Langsung ke konten utama

Unggulan

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١ bismillâhir-raḫmânir-raḫîm Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢ al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ۝٣ ar-raḫmânir-raḫîm Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤ mâliki yaumid-dîn Pemilik hari Pembalasan. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥ iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦ ihdinash-shirâthal-mustaqîm Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ۝٧ shirâthalladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Surat Al-A'la

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ۝١

sabbiḫisma rabbikal-a‘lâ

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,


الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ ۝٢

alladzî khalaqa fa sawwâ

yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya),


وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ ۝٣

walladzî qaddara fa hadâ

yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,


وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ ۝٤

walladzî akhrajal-mar‘â

dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala,


فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ ۝٥

fa ja‘alahû ghutsâ'an aḫwâ

lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman.


سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓۖ ۝٦

sanuqri'uka fa lâ tansâ

Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,


اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُۗ اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ ۝٧

illâ mâ syâ'allâh, innahû ya‘lamul-jahra wa mâ yakhfâ

kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.


وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ ۝٨

wa nuyassiruka lil-yusrâ

Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan).


فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ ۝٩

fa dzakkir in nafa‘atidz-dzikrâ

Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat.


سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ ۝١٠

sayadzdzakkaru may yakhsyâ

Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran,


وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ ۝١١

wa yatajannabuhal-asyqâ

sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,


الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ ۝١٢

alladzî yashlan-nâral-kubrâ

(yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar.


ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ ۝١٣

tsumma lâ yamûtu fîhâ wa lâ yaḫyâ

Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana.


قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ ۝١٤

qad aflaḫa man tazakkâ

Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran)


وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ ۝١٥

wa dzakarasma rabbihî fa shallâ

dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.


بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ ۝١٦

bal tu'tsirûnal-ḫayâtad-dun-yâ

Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia,


وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ۝١٧

wal-âkhiratu khairuw wa abqâ

padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.


اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ۝١٨

inna hâdzâ lafish-shuḫufil-ûlâ

Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu,


صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰىࣖ ۝١٩

shuḫufi ibrâhîma wa mûsâ

(yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa.